Rebah Yang Memisah
Sebuah sajak oleh PECANDU SASTRA LAMPUNG, Disisi Saidi Fatah.
"Kau berpulang terlebih utama
Meninggalkan ribuan kisah yang tertanggal
Memecah rindu yang membuncah
Melepas kenang derai air mata"
#PecanduSastraLampung
Di dalam sajak ini aku tertunduk layu
Mengenang kenangan yang sempat usang
Bayang-bayangmu yang mulai menghilang
Kini kembali bersinar terang bagai rembulan
Tuhan memberi jarak untuk kita
Merebah dari dunia yang tak kunjung tabah
Menerima perihal apa yang menjadi jalan diantara hati-hati
Antara kehidupan dan kematian kita dipisahkan
Setelah sekian lama tak saling berkomunikasi
Memberi jeda dalam hubungan yang hampir tiba akhir masanya
Tiba-tiba pagi itu kabar datang membawa tentangmu
Memecah lamunan, mengubah riang tak lagi gembira
Kau berpulang terlebih utama
Meninggalkan ribuan kisah yang tertanggal
Memecah rindu yang membuncah
Melepas kenang derai air mata
Kini hanya tersisa kenang, yang tersimpan dalam memo usang
Perpisahan kita kini menjadi nyata, berada diantara dunia yang berbeda
Namun kau akan selalu abadi
Dalam aksara dan bait setiap karya
Ada saja yang membuatku terngiang
Perihal kebersamaan dalam perhubungan
Kau pergi meniarapkan tubuh yang tak lagi utuh
Meninggalkan jejak luka yang tak kunjung sembuh
Indonesia, 17 November 2020

Leave a Comment