Thursday, 19 November 2020

Rebah Yang Memisah

Sebuah sajak oleh PECANDU SASTRA LAMPUNG, Disisi Saidi Fatah. 

"Kau berpulang terlebih utama

Meninggalkan ribuan kisah yang tertanggal

Memecah rindu yang membuncah

Melepas kenang derai air mata"

#PecanduSastraLampung 



Di dalam sajak ini aku tertunduk layu

Mengenang kenangan yang sempat  usang

Bayang-bayangmu yang mulai menghilang

Kini kembali bersinar terang bagai rembulan


Tuhan memberi jarak untuk kita

Merebah dari dunia yang tak kunjung tabah

Menerima perihal apa yang menjadi jalan diantara hati-hati

Antara kehidupan dan kematian kita dipisahkan


Setelah sekian lama tak saling berkomunikasi

Memberi jeda dalam hubungan yang hampir tiba akhir masanya

Tiba-tiba pagi itu kabar datang membawa tentangmu

Memecah lamunan, mengubah riang tak lagi gembira


Kau berpulang terlebih utama

Meninggalkan ribuan kisah yang tertanggal

Memecah rindu yang membuncah

Melepas kenang derai air mata


Kini hanya tersisa kenang, yang tersimpan dalam memo usang

Perpisahan kita kini menjadi nyata, berada diantara dunia yang berbeda

Namun kau akan selalu abadi

Dalam aksara dan bait setiap karya


Ada saja yang membuatku terngiang

Perihal kebersamaan dalam perhubungan

Kau pergi meniarapkan tubuh yang tak lagi utuh

Meninggalkan jejak luka yang tak kunjung sembuh


Indonesia, 17 November 2020 

No comments

Post a Comment

Powered by Blogger.